RSS

Game-game yang bergenre action dapat mempertajam penglihatan

05 Feb

Para peneliti ini mengklaim bahwa orang yang suka main game bernuansa aksi mengalami peningkatan kemampuan pada mata. Salah satu manfaatnya adalah mempertajam penglihatan saat sedang mengemudi di malam hari. “Kami menemukan bahwa video game aksi melatih otak memproses informasi visual dengan lebih efisien,” papar Daphne Bavelier dari Unversity of Rochester yang membesut riset tersebut, seperti ditulis detikinet.com

Dalam studi yang dilakukan, tim peneliti membagi 22 pelajar dalam 2 grup. Para pelajar di grup pertama diminta memainkan game aksi “Call of Duty

Call Of Duty - World At War

2″ dan “Unreal Tournament 2004″. Sedangkan para pelajar di grup kedua memainkan game The Sims 2, yaitu game yang dikatakan tidak membutuhkan koordinasi antara tangan dan mata yang terlalu besar.

 

Setelah kedua grup itu memainkan game dalam kurun waktu yang telah ditentukan, para relawan yang memainkan video game aksi tersebut ternyata menunjukkan peningkatan sebesar 43 persen dalam kemampuan membedakan kontras. Jika dilatih secara intensif, para peneliti itu meyakini bahwa para gamer yang gemar permainan aksi sensitivitasnya terhadap kontras menjadi 58 persen lebih baik.

Para peneliti asal Chicago tersebut, seperti ditulis igaul.com, mensyaratkan video games yang dimainkan harus bergenre adegan laga. Orang dewasa, yang sering menghabiskan waktunya bersama video games menunjukkan sinyalemen peningkatan yang berarti. Mereka dapat meningkatkan kemampuan dalam membedakan warna gelap serta dapat membantu seseorang yang mengalami gangguan saat berkendara.

“Normalnya, meningkatkan kinerja penglihatan dalam membedakan sebuah target yakni menggunakan kacamata atau melakukan operasi mata, namun sebenarnya dapat dilakukan hanya dengan memperbaiki optik mata,” kata Bavelier yang disampaikan di New York dalam studi The Journal Nature Neuroscience.

Lebih jeli

Hasil yang mereka temukan juga menunjukkan bahwa bermain video games laga dapat melatih otak dalam proses pengenalan gambar menjadi lebih efisien. Kemajuan tampak pada bulan terakhir ketika permainan mulai dihentikan. Kedua grup itu diberi waktu bermain selama 50 jam dalam rentan 9 pekan. Hasil yang didapat selama waktu tersebut menyimpulkan bermain video games laga rata-rata mengalami kemajuan 43 persen kemampuan dalam melihat titik warna buram dibanding memainkan “The Sim”.

Selain itu, Bavelier menyatakan melatih kemampuan otak dengan bermain video games laga, akan membuat kemampuan menangkap suatu perbedaan menjadi lebih baik sebesar 58 persen. “Ketika seseorang memainkan permainan dengan berkarakter laga, secara tidak langsung mereka telah membuka jalan kinerja otak menjadi lebih tajam. Permainan itu mendorong manusia mengasah penapsiran sistem visual menjadi semaksimal mungkin,” ungkap Bavelier.

Sebagaimana dikutip dari rileks.com, hasil studi itu hanya berlaku untuk para gamer yang hobi berat dengan game bergenre strategi dan aksi, seperti “Gears of War”, “Lost Planet” serta game sejenisnya. Hasil penelitian juga menyebutkan orang yang baru saja mulai menyukai game, atau disebut non-gamers, mungkin membutuhkan waktu lama untuk menguasai game jenis ini, yaitu kira-kira 30 jam atau lebih.

Mereka harus membiasakan diri dan mata mereka untuk melihat lebih jeli agar bisa menyelesaikan game-game tersebut secara akurat. “Dalam penelitian, untuk pemain game baru, butuh waktu lebih dari 30 jam untuk menguasai medan, jika dibandingkan dengan pakar game, dalam tes yang sama,” papar Bevelier.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 Februari 2011 in Umum

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: